Nama Kereta Kuda Sewaan seperti Dokar di Yogyakarta?

Kereta Kuda Sewaan seperti Dokar di Yogyakarta

Kereta kuda sewaan seperti dokar di yogyakarta disebut Andong. Awalnya, andong hanya bisa digunakan para bangsawan, khususnya raja dan keluarganya.

Andong Jogja hampir sama dengan kereta kuda yang digunakan para bangsawan. Misalnya saja seperti yang ada di Museum Kereta tepat di Jalan Rotowijayan Yogyakarta.

Kereta Kuda Sewaan seperti Dokar di Yogyakarta Disebut Andong

Pada abad XIX sampai XX, Andong menjadi salah satu penanda status sosial bagi para kerabat keraton. Hal ini dimulai saat Mataram dipimpin langsung oleh Sultan Hamengku Buwono VII, awal abad ke-19.

Sejak saat itu, rakyat jelata tidak bisa menggunakan andong Rakyat karena hanya boleh menggunakan gerobak sapi. Pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII, andong mulai digunakan masyarakat umum bagi kalangan para pengusaha dan pedagang.

1. Fungsi Andong 

Andong berfungsi sebagai angkutan barang dan penumpang dari daerah Bantul, Prambanan menuju ke pasar Beringharjo. Di daerah Yogyakarta sudah tersedia tempat perhentian andong yang dikenal sebagai komboran.

Andong ini juga mempunyai perbedaan dengan transportasi yang berbasis kuda lainnya. Misalnya saja dokar, bendi, sado yang memiliki dua roda.

2. Ciri Khas Andong 

Andong mempunyai empat roda dengan diameter kecil di depan dan dua roda berdiameter besar di bagian belakang. Sementara itu, moda transportasi berbasis kuda lainnya yang memiliki jumlah roda dua.

Bahkan, jika dilihat dari diameter roda lebih lebar dibandingkan dengan andong. Andong harusnya ditarik dengan dua kuda, sedangkan alat transportasi lain ditarik dengan satu kuda saja.

3. Kapasitas Andong 

Jika dilihat dari kapasitas penumpang terlihat berbeda, Andong hanya memuat sekitar 8 orang penumpang. Sedangkan, moda transportasi kuda lainnya hanya bisa mengangkut sekitar 4-5 orang saja. 

Umumnya, Andong Jogja mengadopsi bentuk kereta kuda para bangsawan atau keluarga Keraton Yogyakarta. Adapun bagian andong secara umum adalah sebagai berikut : 

  • Payonan, senderan, cagak, buntutan;
  • Kenaikan (boncengan belakang), per, roda (belakang);
  • Bangkon (tempat duduk), pancatan, onderstel, slebor, roda (depan), dan lampu.

4. Busana Andong

Dari sisi busana, kusir Andong biasanya menggunakan peranakan jawa gaya Yogyakarta. Sedangkan, kusir dokar, bendi, dan lainnya menggunakan pakaian jawa yang berbentuk celana atau pakaian.

Moda transportasi tradisional Andong saat ini telah mengikuti perkembangan jaman. Meski begitu, kehadirannya saat ini tidak lagi dimanfaatkan sebagai alat transportasi utama, namun ditujukan untuk sarana di sekitar objek wisata.

Meskipun fungsinya sudah berubah, namun eksistensi andong di tengah modernisasi saat ini merupakan hal yang menarik. Eksistensi Andong saat ini telah menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk bisa berkeliling mengenal Kota Yogyakarta.

5. Kontribusi Andong 

Kontribusi Andong bagi masyarakat lokal yaitu terbukanya lapangan pekerjaan sebagai kusir atau pengrajin andong. Kontribusi ini tentunya membawa dampak lebih positif di bidang pariwisata. 

Kota Yogyakarta memang dikenal sebagai salah satu kota yang masih mempertahankan keberadaan transportasi umum tidak bermotor. Misalnya saja seperti becak dan andong di tengah perkembangan kota Yogyakarta menjadi kota metropolitan.

Hal ini tentunya berhubungan langsung dengan adanya aktivitas pariwisata yang ada di Yogyakarta. Di mana kehadiran Andong sebagai ikon transportasi perjalanan wisata yang berfungsi sebagai daya tarik bagi wisatawan.

Penutup 

Berdasarkan penjelasan di atas, kereta kuda sewaan seperti dokar di yogyakarta disebut sebagai Andong. Yogyakarta memang banyak menyediakan Andong, cocok bagi kamu yang ingin berkeliling kota dengan menggunakan moda transportasi tersebut.

error: Content is protected !!
Exit mobile version